Posts

Showing posts with the label benda langit

menangkap memori

Image
Kamu tahu apa yang paling menyenangkan dari perpisahan? Ketika kita kembali pada ruang yang telah lama kita tinggalkan. Lalu menemukan hal-hal remeh didalamnya. Yang pernah membuat kita begitu lepas tertawa. Begitu merasa dicinta. Pada kasur yang baunya luar biasa oleh ompol kanak-kanak. Pada bantal penguk milikmu yang malah enggan untuk kujemur. Aku takut kehilangan baumu. Aroma yang pernah memenjarakan aku sekian lama. Aku bergeser pada meja makan. Yang dulu begitu kunikmati berada disana bersama semua cinta. Segelas kopi, hitam dan putih. Dua gelas susu kedelai milik malaikat terkasih. Setumpuk donat bersaput gula. Semua bayangan itu kembali. Seperti masih terjadi hari ini. Aku menikmati masa ini. Ketika aku merasa lagi untuk dimengerti. Dipahami lagi dengan bahasa isyarat. Meski itu terjadi lewat tangis. Tangismu. Juga pada kebiasaan malaikat yang ingin tidur dalam pelukmu. Ohh, Sayang. Betapa aku akan mengingat hari-hari itu. Sebagai bagian paling luarbiasa yang Tuhan ...

langitku...

Ahh.. tentang langit itu, aku sudah lama bilang, kalau aku adalah pecandu karpet hidup nan indah itu. Tak peduli mendung, atau sedang cerah2nya tersenyum, biru, atau kelabu, ku tetap bisa menemukan kedamaian dari luas hamparannya. Seakan tiada batas, tiada sekat, dan penuh dengan makhluk2 Tuhan yang tak kalah menariknya. Bulan, bintang, matahari, awan, sesekali pelangi, dan bintang jatuh. Nama yang terakhir kerap menjadi lambang harapan katanya. Bagiku sendiri, dia adalah bonus, another nice surprise buatku, yang bisa dinikmati keindahannya meski sekejap, bukan pengabul jawaban dan keinginan. Dia hanya makhluk, sebatas simbol penguat sugesti... Menelusuri setiap jengkal keindahan langit, adalah waktu2 yang sangat berharga bagiku. Dulu sekali, aku terbiasa duduk diatas jendela kamarku, memandangnya tanpa bosan sama sekali. Kadang ditemani nyala redup lilin, kadang harus sedikit memicingkan mata bila matahari cemburu pada langit. Lalu sedikit berkhayal, menuliskan namaku di hamparan luas...

gerhana matahari

Image
Sama seperti gerhana bulan total, gerhana matahari total sebenarnya sering juga terjadi. Kalau gerhana bulan total rata-rata terjadi 5 kali tiap 6 tahun, gerhana matahari rata-rata terjadi 3 kali tiap 4 tahun. Bedanya, saat gerhana bulan terjadi, separuh kawasan bumi dapat dijadikan tempat menyaksikannya, sementara untuk gerhana matahari hanya tempat-tempat tertentu saja dan range-nya nggak terlalu luas. Berikut ini ayas uraikan data gerhana matahari total selama kurun 36 tahun. Di situ dapat dilihat bahwa pada 1983 dan 1988 (dan 1995) Indonesia pernah kebagian “jatah” menyaksikan moment ini, dan akan kebagian “jatah” lagi nanti, pada tahun 2016. Masih cukup lama ya? Tapi, itu bagusnya. Andai pemerintah kita mau serius, fenomena gerhana matahari ini bisa digalakkan sebagai salah satu program “Visit Indonesia Year 2016” dan kita bisa mempersiapkannya sedari sekarang. Ini juga yang kini sedang dilakukan Cina dalam rangka menyambut datangnya gerhana matahari tahun 2008 yang akan tampak di...