menangkap memori
Kamu tahu apa yang paling menyenangkan dari perpisahan? Ketika kita kembali pada ruang yang telah lama kita tinggalkan. Lalu menemukan hal-hal remeh didalamnya. Yang pernah membuat kita begitu lepas tertawa. Begitu merasa dicinta. Pada kasur yang baunya luar biasa oleh ompol kanak-kanak. Pada bantal penguk milikmu yang malah enggan untuk kujemur. Aku takut kehilangan baumu. Aroma yang pernah memenjarakan aku sekian lama. Aku bergeser pada meja makan. Yang dulu begitu kunikmati berada disana bersama semua cinta. Segelas kopi, hitam dan putih. Dua gelas susu kedelai milik malaikat terkasih. Setumpuk donat bersaput gula. Semua bayangan itu kembali. Seperti masih terjadi hari ini. Aku menikmati masa ini. Ketika aku merasa lagi untuk dimengerti. Dipahami lagi dengan bahasa isyarat. Meski itu terjadi lewat tangis. Tangismu. Juga pada kebiasaan malaikat yang ingin tidur dalam pelukmu. Ohh, Sayang. Betapa aku akan mengingat hari-hari itu. Sebagai bagian paling luarbiasa yang Tuhan ...