Posts

Showing posts with the label parenting

Menua dan Matang

Image
  Kamu berharap apa hari ini pada bapak ibumu,  Berharap diteriaki pulang cuci kaki lalu dipaksa tidur siang?  Kamu berharap apa hari ini pada bapak ibumu,  Berharap ada nasi sayap ayam lalu makan disuapi sambil dimarahi karena pulang menunggu teriakan?  Kamu berharap apa hari ini pada bapak ibumu?  Uang saku yang tak boleh kurang, kurang seratus kamu tagih hingga pengang telinga mereka Kamu berharap apa hari ini pada bapak ibumu?  Main petasan dan raketan seharian, puasa ramadhan bisanya sebatas bedug minta menu telur kecap ga pake lama, lalu ingin dengar ucapan selamat kamu anak hebat plus baju baru 2 setel saat lebaran dari bapak ibu. Kamu, yang masih anak kecil tapi sudah punya satu, dua, tiga, empat anak.  Tengok sebentar bapak ibumu Sudahkah sadar berapa uban di kepalanya Sudahkah sadar jalannya tak lagi seksama Sudahkah sadar bicaranya melambat, tersendat, seringnya bercerita tentang masa mudanya yang seru tapi dihentikan dengan sukarela k...

Penampilan

Image
Suatu pagi, berpakaian rapi dan bawa seabrek berkas kesehatan bapak, jadwalnya kontrol ke dokter jantung. Nunggu angkot depan gang, ada tetangga tanya "Sampean saiki ngajar dimana? " "Oalah, mboten. Kajenge ten Rumah sakit, pak" Jawab saya dalam bahasa jawa kromo amburadul.  Dalam hati mbatin, apa terlalu berlebihan ya pakaiannya. Padahal hanya pakai kemeja putih, celana denim, kaos kaki, sandal baim 20ribuan dan berhijab seperti biasanya saja. Sampai RS, melewati pak cleaning service yang lagi bebersih dan otomatis mbungkuk sambil bilang "nuwun sewu" Bapaknya balas menjawab, "monggo Dok" Otomatis bikin saya noleh dan nahan ketawa.  Singkat cerita, balik pulang karena dokternya absen. Bablas menuju pasar sekalian belanja dan order barang untuk di kantin sekolah. Pas belanja di tempat langganan, dipanggil 'ibu' dan bicara bahasa kromoan. "Lapoe mbak samean boso nang aku" Kata saya Si mbak kaget, otomatis noleh dan nepuk pundak sa...

Manusia

Image
  Nduk, hari ini dan kelak tolong ingatlah selalu untuk mengesampingkan prasangka ke orang lain dulu sebelum bicara. Terutama ke ibuk bapakmu. Adil sejak dalam pikiran itu penting untuk membuatmu runut dan runtut mengerjakan hal-hal bermanfaat untuk hidupmu. Penting untuk menjagamu tetap bisa berpikir positif dan jadi energi tambahan saat 24jam waktumu serasa kurang panjang dibanding pekerjaan harianmu. Semua orang berada dalam level 'baik' yang sama sebelum kalian berinteraksi. Setelah respon pertama itu baru kalian boleh berpikir tentang orang ini, mau dilanjutkan pembicaraan, atau disudahi saja. Menunggu respon, akan membuatmu belajar mendengar dan bersabar, Nduk. Itu penting dimana hari-hari belakangan terlalu banyak contoh orang overreaktif terhadap perilaku orang lain☺️ Terlalu njlimet bahasa ibuk? Okey, kita ambil contoh saja ya.. Saat kamu perlu bicara, atau meminta sesuatu dari ibuk, bicara saja ya. Jangan mikir "oh ibuk sek sibuk",  "Wah ngkok ibuk m...

11

Image
  " Manusia akan mati ketika dilupakan.. "  dr. Hiluluk -Drum Island Arc, One Piece- Februari sudah datang. Seperti yang sudah-sudah, 11 tahun belakangan, bulan ini memang paling memorable selain april. Iya, ini bulan kelahiran Kalinda, dan April bulan kelahiran Kidung-Kinanthi. Mungkin akan ada yang bilang 'Duh kok lebay sih, sudah meninggal 11tahun, masih bayi juga, ga ada kenangan apa-apa, kok yo terus diingat' Buat kami, saya pribadi sebagai ibuk, kelahiran sekaligus kepergian Kalinda itu bukan soal perasaan sedihnya saja. Yang terpenting pada pelajarannya, pada apa yang terjadi sebelum dan setelahnya, sejauh mana saya, kami bisa belajar dari itu.  Jadi itu ga mungkin kami lupa, meskipun kami pelupa akut. Karena itu kalinda selalu ada di tiap tulisan, di tiap cerita bareng KidKin malem-malem saat makan atau menjelang tidur.  Kalau orang lain kebetulan membaca, atau mendengar cerita kami dan kemudian melow, welas pada kami, tentu saja kami terima reaksi itu sebaga...

M-e-m-b-a-c-a

Image
"Mbak, gimana caranya supaya anak-anak bisa segera lancar membaca?" "Mbak, anakmu kok wes iso moco, anakku durung. Tambah saiki pelajaran online maleh kudu ngajari moco dewe" Dst... Dst... Ada banyak pertanyaan seputar kemampuan membaca si kidkin. Dari jaman mereka TK kecil dulu malahan. Karena seingat saya kidkin memang sudah bisa mengenali huruf, membaca kata dan kalimat dari umur 3 tahunan, tentu belum bisa memahami makna kata dan kalimatnya. Kalau bicara metode, saya jelas bukan orang yang tepat untuk menjelaskan metode apa yang efektif untuk anak-anak lancar membaca. Pada kasus kidkin, saya rasa ini hanya soal kebiasaan yang sudah kami mulai dari mereka bayi. Dan, iya, kami berdua, orangtuanya, memang suka membaca apa saja. Dari buku sejarah, novel, komik, koran, majalah, hingga baca status orang wkwkwk... Tanpa sadar perilaku membaca saat menjelang tidur, atau disela-sela istirahat usai mengerjakan pekerjaan rumah ternyata dicopy paste oleh mereka. Terle...

Doa

Image
 Aku mengingat hari saat bertemu ibu di teras rumah, sebelum kepergianku yang begitu mendadak. Aku bertanya, kenapa ibu tak memelukku sembari berdoa dengan isak tangis dan sedu sedan? Aku akan pergi jauh,Bu. Ibu menjawab dengan gayanya yang santai 'Ibu berdoa untukmu tidak sebatas kala kita berpisah raga. Ibu memelukmu tiap saat dalam doa dan puja pada Gusti Allah. Ibu tak ingin mengiringi perpisahan dengan tangis. Itu hanya membuatmu merasa takut dengan perpisahan. Padahal baik pertemuan atau perpisahan, adalah cara Tuhan memberi kesempatan baru untuk lebih berkembang. Betapa kamu harus mengingat bahwa pertemuan atau perpisahan tak ada lagi bedanya, semata karena kita tak pernah tahu, mana yang terbaik untuk masa depankita. Terutama di hadapanNya.' #fiksiibuk #nulistipistipis

Investasi Diri

Image
Bikin craft begini ini tidak menguntungkan secara materi. Dijual mahal orang akan mikir-mikir buat beli. Dijual murah, bikinnya njelimet bin ruwet , butuh sabar dan ketekunan luar biasa kan.. Dan yang pasti ketika kita buka harga, selalu akan ada orang yang tawar harga sampai titik terendah 😁😁 Jadi kenapa bikin? Itu juga sih pertanyaan dari Kidung waktu dia ikut-ikutan gunting dan tempel. " Kesel, buk. Gak dadi-dadi. Opo'o kok ibuk bikin iki, kesel ilo" "Karena nanti kalau sudah jadi, rapi, baru terasa istimewanya. Bikin sesuatu sendiri, ditempel, dipajang. Tuh, aku bisa bikin begini. Kalaupun ga berhasil, belum rapi, ga sesuai ekspektasi, paling nggak kita sudah tau langkah-langkahnya. Apa yang perlu diperbaiki, dikurangi, ditambah. Next bikin lagi yang baru, yang lain. Sampai kita paham kekuatan dan keahlian kita dimana. Bikin yang terbaik di hal yang paling sesuai dengan kita." Dan nak-kanak itu manggut-manggut. Entah paham atau ngantuk 😆 ...

PLAGIAT!!!

Image
Kemarin iseng-iseng saya bikin video tutorial menggambar wajah simple untuk mengisi waktu bareng Kinan yang libur sekolah karena sakit. Ya namanya anak-anak, meski sakit kadang bosen juga kan rebahan terus. Ya sudah, bikin gambar simpel saja. Begitulah kinan akhirnya mengikuti proses dari awal sampai selesai, terus saya tinggal jemput kidung yang sekolah sendiri. Sampai rumah, Kinan tunjukkan hasil gambarnya. 4 kepala unyu dengan tulisan Bapak, Ibuk, Kidung dan Kinan. Gambar begini jadi bikin saya ingat sama desain kaos bapaknya dulu di bawah 'bendera' Udengbodol. Diantara puluhan design yang sudah dieksekusi jadi kaos, design ini memang yang paling punya banyak cerita 😁 Kenapa? Karena buuuuanyak sekali kaos dengan gambar ini beredar dimana-mana, utamanya tempat rekreasi dan toko oleh-oleh khas malang. Beberapa temen juga bilang pernah tahu bahkan beli produknya, dikira hasil produksi kami😂 Emang bukan? Bukan. Jadi dulu prinsip udengbodol itu bikin kaos ...

K.I.D.U.N.G

Image
Art is not about beautiful or not. It's about how you can turn your idea into media, as simple as possible. Hari ini beberes kamar dan menemukan gambar ini. Dalam keadaan kucel karena sepertinya diremas-remas dan ingin dibuang. Ya, ini hasil karya anak saya. Kidung- 6 years old, 2nd grade of kindergarten school.. Seringkali saya menemukan hasil gambar dengan kondisi begitu. Digambar tidak di media yang proper, tapi justru disana letak kekaguman saya. Dengan sedikit teknik sulap, berbekal lakban, agak lumayan rapi lah yaa buat dipajang di tembok kamar 😁😁 Duh, Nduk. Banyak orang sengaja beli alat gambar bagus supaya hasil karyanya indah dipandang. Sementara kamu, enak aja gitu ngegambar di kertas entah nemu dimana, dengan krayon 12 warna seharga sepuluh ribuan itu. Dan, idenya itu loh. Selalu bikin emak surprised. Kalau boleh saya artikan caption gambar ini kira-kira jadi begini : This is earth that we lived in. This is our house, our playground. Be kind to the eart...

Flashback

Image
Tepat setahun lalu sejak banyak hal diantara kita berubah, beradaptasi. Dan betapa aku bersyukur kita masih ada hingga hari ini, mengalami banyak kemajuan dalam hidup kita belakangan. Banyak hal, terutama tentang anak2 yang kita-lebih sering,aku- khawatirkan ternyata tidak seseram bayangan.. mendadak ingat pada sebuah quote, ''Jurang, terkadang memang jauh lebih menakutkan ketika hanya dilihat dan dibayangkan. Jauh lebih mudah untuk menitinya' Banyak hal, yang kita pikir akan sulit dilalui mereka, ternyata dimaknai dengan sangat sederhana oleh #kidkin. Ijinkan aku mengingat beberapa diantaranya Pada perjalanan kita dengan pesawat ke banjarmasin misalnya. Dengan duo bocah yang masih terlalu imut untuk duduk sendiri, masih #ngASI, ribet rewel kita prepare ini itu. Nyatanya kita yang teler sebelum sampai di tujuan. Nyatanya mereka asik-asik saja melihat gumpalan awan yang katanya mirip kembang gula. Atau pada permainan outdoor. Ayunan, perosotan, jungkat jungkit. Ribet...

ibu?

Image
Salah satu hakikat menjadi orangtua, terutama ibu, adalah mampu memahami, setidaknya satu titik kecil, pada cara Tuhan menyayangi hambaNya. Kerap kita dihadapkan pada bocah ngambek yang jadi terlalu susah diatur, rewel hingga merembet pada teriakan dan bahkan pukulan jika tak mampu kita pahami bahwa itu adalah salah satu cara bocah menarik perhatian kita. Ada yang kurang dalam cara kita memperlakukan mereka. Dan cobalah, untuk memanggil namanya, dengan sorot mata tegas namun penuh kasih. Panggil berulang dengan intonasi yang tepat. Jika tak juga mendekat, maka bukankah kita yang mengulurkan tangan? Anak yang mampu merasakan kasih akan menyambut uluran tangan, mendekat dengan cepat hingga mendekap kita erat. Dan itulah kasih sayang. Itu juga yang terjadi pada kita saat merasa lelah lalu memilih berpasrah dan berharap hanya padaNya. Seharusnya memang tak menunggu untuk ditegur :) Tetapi itulah Rohman Rohiim. Sifat paling agung dari Gusti Allah. Itu juga salah satu cara Tuhan bekerj...

fiuuhhh

Image
Ini adalah perasaan dipahami dan dimengerti yang terlalu sayang jika tak dibagi. Perasaan lega setelah tercurah segala rasa. Pada orang-orang yang kucinta terlebih pada diri sendiri yang sekian lama bungkam. Kini akhirnya aku dipahami. Seutuhnya sebagai manusia dan bukannya malaikat. Yang dikira mampu terus menahan beban tahunan mengatur jalan hidup seseorang. Seseorang yang pernah dicinta. Aku mengucap syukur. Untuk segenap pengertian dari para orangtua hebat. Yang dengan caranya masing-masing mampu memahami dan memberi jalan bagi kami untuk saling 'mengikhlaskan' dengan cara yang baik. Kurasa ini memang jalan paling tepat. Agar benci tak lagi menyiksa pada cinta yang terlalu dipaksa. Aku lebih mampu menghargaimu sebagai Bapak. Dan kupilih itu dengan kesadaran tingkat tinggi. Agar mengalir lagi rasa Kasih yang seharusnya menjadi naluri hamba yang telah menjadi orangtua. Mereka, malaikat dengan wajah lucu itu, terlalu imut untuk dicela. Jangan. Kita jalani peran baru ini....

menangkap memori

Image
Kamu tahu apa yang paling menyenangkan dari perpisahan? Ketika kita kembali pada ruang yang telah lama kita tinggalkan. Lalu menemukan hal-hal remeh didalamnya. Yang pernah membuat kita begitu lepas tertawa. Begitu merasa dicinta. Pada kasur yang baunya luar biasa oleh ompol kanak-kanak. Pada bantal penguk milikmu yang malah enggan untuk kujemur. Aku takut kehilangan baumu. Aroma yang pernah memenjarakan aku sekian lama. Aku bergeser pada meja makan. Yang dulu begitu kunikmati berada disana bersama semua cinta. Segelas kopi, hitam dan putih. Dua gelas susu kedelai milik malaikat terkasih. Setumpuk donat bersaput gula. Semua bayangan itu kembali. Seperti masih terjadi hari ini. Aku menikmati masa ini. Ketika aku merasa lagi untuk dimengerti. Dipahami lagi dengan bahasa isyarat. Meski itu terjadi lewat tangis. Tangismu. Juga pada kebiasaan malaikat yang ingin tidur dalam pelukmu. Ohh, Sayang. Betapa aku akan mengingat hari-hari itu. Sebagai bagian paling luarbiasa yang Tuhan ...

Refleksi

Image
ini bukan tentang dendam atau kasih yang menghilang. Ini tentang sebuah rasa yang menjadi terlalu biasa karena ulah kita sendiri yang tak mampu merawatnya dengan baik. Seperti air yang tak lagi bisa mengalir kemana-mana. Terjebak pada sebuah kolam dan dipenuhi ganggang serta jentik-jentik. Pada rasa yang berubah demikian keruh, harapan apa yang kamu bawa? Harapan apa yang bisa kupinta? Aku berusaha mengingat, setiap aliran air yang dulu pernah kita usahakan selalu. Betapa berbeda. Betapa hangat. Betapa dulu adalah sebuah rasa yang terus mengalir tanpa pernah kita berpikir untuk menampung atau mengekang jalannya. Kamu bilang tak mungkin lagi kamu berusaha jika hatiku telah tertutup. Aku harus mengakui hatiku tak lagi merasa bisa terbuka. Dan parahnya kamu tak lagi bisa merasa. Aku hanya ingin menjelaskan bahwa aku tak lagi nyaman berada di posisi ini. Bukan tentang keluarga kita masing-masing yang terlalu berlebihan berharap pada makhluk rapuh macam kita. Bukan juga tentang orang k...

menjadi orang-tua

Menjadi orangtua, salah satu yang tidak boleh terlupa adalah kemampuan anak-anak menyerap dan memahami banyak informasi justru di di usia awal mereka. Orang bilang ini golden age , antara 0-3 tahun, ada yang menyebut 0-5 tahun. Pun ada yang berpendapat bahkan dimulai sejak berupa janin, kira-kira umur 3-4 bulan kehamilan. Momen-momen ini menjadi saat dimana banyak hal disimpan dalam memori mereka untuk nantinya dipakai ketika mereka menghadapi situasi yang membutuhkan ingatan tersebut. Maka, ketika hamil, banyak bidan dan profesional yang menyarankan untuk mengajak janin berbicara. Baik bapak maupun ibunya. Mengajak mereka berinteraksi layaknya memang mereka sudah hadir di depan mata dan mampu memahami apa yang kita ucap. Begitupun ketika mereka lahir. Bayi bukan objek yang hanya diam menerima, tetapi dia menyerap banyak hal. Mengenali sentuhan, suara, kata, dan terus berlanjut pada hal-hal yang makin kompleks hingga usai masa pertumbuhannya. Maka kita mengenal sekolah b...

tentang PANDA

Image
Hari ini Kidung Kinan mengisi pagi seperti biasa, belajar di dapur sembari saya memasak. Mereka sedang 'berdiskusi' mengenai sebuah gambar di hape emak. Gambar Panda dengan tulisan 'cute' Keduanya berdebat tentang nama Panda itu sendiri. Kidung mengatakan, Panda itu terdiri dari huruf C-U-T-E sesuai dengan apa yang tertulis di bawah gambar panda itu. Sementara Kinan berpendapat bahwa itu bukan huruf yang tepat untuk menulis kata P-A-N-D-A tetapi dia sendiri belum mengerti bagaimana menulis PANDA dengan benar.. Lucu ya? :D Bisa dibayangkan dong betapa ramainya 'diskusi' itu. Lebih meletup-letup dibanding ikan mujaer yang sedang emak goreng. Lha masing-masing tetap berpegang pada pendapatnya sendiri-sendiri. Lalu ketika 'diskusi' sudah di titik jenuhnya, mereka serempak menoleh pada Emak. 'Jadi bener sing endi, Buk?' Nah, kan... Emak selalu 'dipaksa' jadi hakim :D Jadi mulailah Emak menulis besar-besar kata P-A-N-D-A dan men...

sebuah nama, sebuah cerita

Image
 "Do you ever feel like you have forgotten her, not because you wanted too, but because you got distracted by other things, but then you remembered her? I remember her, but I have forgotten a lot." Sebuah pertanyaan yang saya baca saat iseng blogwalking kemarin. Pertanyaan seorang bocah 9 tahun yang kehilangan kakak perempuannya. Dia bertanya pada ibunya tentang kenangan yang makin menipis, tentang suara yang makin menghablur, tentang rindu yang entah pada bentuknya yang seperti apa. Sebuah kenangan manis tentang kebersamaan, kebahagiaan yang mendiang bawa dalam hidup. Lalu tetiba semuanya menguap seiring waktu.. Saya juga ibu yang kehilangan putri cantik justru saat dia dilahirkan. Tak ada ingatan fotografis, apalagi suara. Tak ada kenangan apapun yang tertinggal kecuali beberapa tulisan tentang kehamilannya yang tersebar disana-sini. Diary, FB, dan pernah saya tulis disini juga. Baca disini Hanya sebuah nama yang menandai kelahirannya, Kalinda Kanaputri. Kalinda dalam bahas...