Posts

Showing posts with the label medsos

NTMS

Image
Akan selalu ada hal yang membuatmu kesal, setiap harinya.  Macetnya jalanan, panasnya udara, hujan yang udah kaya tagihan deres tiada henti, tugas yang seperti teror, masuk angin yang selalu datang dadakan disaat sibuk-sibuknya, status WA temen yang nyinyir, kelakuan orang sekitar yang random, dan lain lain.  Lalu apa yang harus kita lakukan, gimana caranya biar hal-hal itu ga mengganggu kita? Pada akhirnya kita hanya harus kembali pada kesimpulan. Tidak ada yang bisa kita atur dan kendalikan kecuali diri sendiri. Fisik dan psikis sepenuhnya kita yang bisa kontrol, diluar itu kita tak mungkin bisa mengubah apapun, sebelum selesai dengan diri sendiri.  Ya biar saja jalanan macet, orang teriak berebut jalur. Beli es teh manis buat tambahan asupan gula sekaligus pendingin suasana, mungkin bisa membantu kita stay selow. Takut diabetes? Yowes banyu putih wes.. Atau sekalian wudhu.  Ya biar saja tugas datang kaya tagihan. Kalau terlalu banyak sampe bingung kerjain yang ma...

Manusia

Image
  Nduk, hari ini dan kelak tolong ingatlah selalu untuk mengesampingkan prasangka ke orang lain dulu sebelum bicara. Terutama ke ibuk bapakmu. Adil sejak dalam pikiran itu penting untuk membuatmu runut dan runtut mengerjakan hal-hal bermanfaat untuk hidupmu. Penting untuk menjagamu tetap bisa berpikir positif dan jadi energi tambahan saat 24jam waktumu serasa kurang panjang dibanding pekerjaan harianmu. Semua orang berada dalam level 'baik' yang sama sebelum kalian berinteraksi. Setelah respon pertama itu baru kalian boleh berpikir tentang orang ini, mau dilanjutkan pembicaraan, atau disudahi saja. Menunggu respon, akan membuatmu belajar mendengar dan bersabar, Nduk. Itu penting dimana hari-hari belakangan terlalu banyak contoh orang overreaktif terhadap perilaku orang lain☺️ Terlalu njlimet bahasa ibuk? Okey, kita ambil contoh saja ya.. Saat kamu perlu bicara, atau meminta sesuatu dari ibuk, bicara saja ya. Jangan mikir "oh ibuk sek sibuk",  "Wah ngkok ibuk m...

Maiyah Itu Apa?

Sebagai orang yang hanya ' arang kading ' hadir di majelisnya, sebatas kalau tempatnya kebetulan dekat, dan seringnya hanya modal wifi untuk bisa sinau 'online' bareng temen-temen yang lain, terlebih belakangan ini, tentu saya sangat tidak pantas dan tidak punya kapasitas untuk menjawab pertanyaan diatas. Tetapi saya tergerak untuk menulis tentang maiyah, tentu dari sudut pandang saya sendiri. Karena sedikit banyak, #maiyah membantu saya selama kurang lebih 10 tahun, terutama 2 tahun belakangan. Membantu ' ndandani ' cara berpikir, kalau orang modern bilang ' mindset '. Diobrak-abrik, dirombak total. Dan dari perombakan itu hadir banyak sudut pandang baru, yang membuat saya bisa merasa 'woohh, hidup itu luas dan penuh sekali dengan kemungkinan-kemungkinan. Kadang-kadang lucu, seringkali lucu sekali yo tibae😁' Dari maiyah, yang dulunya saya hanya ingin sekedar kumpul, sekedar ngisi waktu karena jomblo, dan berharap siapa tahu ketemu jodohnya...

Sungguh Baik dan Benar?

Image
Kerapkali orang hanya mau (atau mampu?) melihat sisi luar seseorang lalu mengambil kesimpulan sendiri dari subyektifitas yang ditangkapnya. Bahwa seseorang yang diam saja misalnya saat teman yang lain bekerja, belum tentu dia malas. Bisa jadi dia sedang sakit gigi, sakit perut, anemianya kambuh, tetapi tidak dikeluhkan hanya karena tidak ingin merepotkan orang lain. Hal pertama yang seharusnya kita lakukan adalah bertanya, menyapa, mengajak sehingga kita bisa tahu dari jawabannya, dari reaksinya, dari responnya. Bukan langsung mengambil kesimpulan bahwa dia malas, tidak tenggang rasa, sulit diajak kerjasama, dsb kemudian menyebarkan kesubyektifan kita terhadapnya pada orang lain. Dampaknya, orang lain juga akan memiliki cara pandang yang sama dengan kita.  Belakangan kita mudah sekali 'terprovokasi' dengan hanya melihat, mendengar persepsi orang satu terhadap yang lain, yang belum tentu juga benar. Kata Si Z, Si A itu begini dan begitu, maka begitu pula persepsi kita ter...

Medsos Diantara Kita, Memudahkan atau Melenakan?

Image
Seperti makanan, informasi yang masuk di otak kita pun harusnya difilter, dibatasi. Karena kadang, apa yang kita paksa telan justru bisa menjadi racun bagi tubuh, padahal seharusnya kita hanya ' makan ' sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. Informasi, dimana bisa jadi itu fakta, opini, berita, kesimpulan, pernyataan, pertanyaan, status medsos, hari ini tersebar begitu mudah melalui berbagai media, terutama media sosial. Lalu sadarkah kita bahwa saat membuka satu platform medsos, facebook misalnya, seringkali kita disuguhi link atau sebaran status seseorang yang kalau dipikir secara mendalam, kita ga butuh-butuh amat untuk mengetahuinya. Saya sering menyebut medsos sebagai pasar. Dimana sebatas pengetahuan saya yang masih sedikit ini, banyak hal bisa saja terjadi dan ada di dalamnya. Dari jual beli, hingga tukar informasi, dari silaturahmi hingga reuni, dari kenaikan harga bawang hingga agenda presiden hari ini, semua hal bisa kita tahu hanya dengan berbekal medsos. As...