Satu Menit Jarak Lahir, Dua Dunia yang Berbeda
Banyak orang yang mengira mendidik anak kembar itu serba praktis. Bajunya bisa disamakan, mainannya disamakan, sampai metode belajarnya pun disamakan biar Ibuknya gak pusing bagi waktu. Sampai akhirnya minggu ini, hasil tes psikologi Kidung dan Kinanthi keluar. Pas melihat lembar hasilnya, kami sempat senyum-senyum sendiri. Namanya juga anak kembar, skor inteligensi mereka kompak mirip di angka 103. Secara kapasitas berpikir umum, mereka berdiri di garis start yang sama. Tapi begitu melihat grafik minat dan bakatnya... lho, kok yang satu condong ke kanan, yang satu belok jauh ke kiri? Isinya bertolak belakang seperti bumi dan langit. Kertas hasil tes itu rasanya seperti tamparan sayang buat Ibuk dan Bapak. Sebuah pengingat yang telak: meskipun lahir dari rahim yang sama di hari yang sama, mereka adalah dua manusia yang benar-benar berbeda. Peta masa depan mereka tidak bisa dicetak massal. Kidung ternyata tumbuh dengan sisi humanis yang kental. Hasil tesnya menunjukkan minat yang tinggi...