Posts

Showing posts with the label cinta

Menua dan Matang

Image
  Kamu berharap apa hari ini pada bapak ibumu,  Berharap diteriaki pulang cuci kaki lalu dipaksa tidur siang?  Kamu berharap apa hari ini pada bapak ibumu,  Berharap ada nasi sayap ayam lalu makan disuapi sambil dimarahi karena pulang menunggu teriakan?  Kamu berharap apa hari ini pada bapak ibumu?  Uang saku yang tak boleh kurang, kurang seratus kamu tagih hingga pengang telinga mereka Kamu berharap apa hari ini pada bapak ibumu?  Main petasan dan raketan seharian, puasa ramadhan bisanya sebatas bedug minta menu telur kecap ga pake lama, lalu ingin dengar ucapan selamat kamu anak hebat plus baju baru 2 setel saat lebaran dari bapak ibu. Kamu, yang masih anak kecil tapi sudah punya satu, dua, tiga, empat anak.  Tengok sebentar bapak ibumu Sudahkah sadar berapa uban di kepalanya Sudahkah sadar jalannya tak lagi seksama Sudahkah sadar bicaranya melambat, tersendat, seringnya bercerita tentang masa mudanya yang seru tapi dihentikan dengan sukarela k...

220.411

Image
  Seperti perjalanan kereta api, kita penumpang yang tergesa-gesa saking gembiranya punya kesempatan naik kereta. Membayangkan perjalanan indah di sekitar sawah, ladang, sungai, jembatan, ditemani suara alam dan deru lonceng kereta yang melengking tajam. Kita membayangkan perjalanan penuh keseruan, selalu bersama dan tertawa. Kita membayangkan, betapa kita akan mudah merancang banyak hal dalam perjalanan kereta dengan bahagia. Hingga kelak kita tiba di stasiun tujuan, bersama-sama. Di stasiun aku meloncat gembira, mendengar peluit panjang pertanda kereta datang. Begitupun kamu. Erat memegang tiket dan rencana-rencana seru dalam travel bag. Kita berpikiran sama, idealisme yang sama, bahwa hidup sekali, mari jalani bersama orang yang tepat dan satu-satunya. Lalu kereta berjalan, satu demi satu stasiun terlewati. Kita mulai merasa lelah tertawa. Kita mulai sibuk ngemil sambil mendengarkan musik sendiri-sendiri. Kamu sibuk membaca buku dan menulis pikiranmu sendiri. Aku sibuk menata ...

1985

Image
38ku dimulai dari pagi yang terlambat. Kopi yang kuminum sendiri di tempat kerja, hampir dingin. Mie instant yang sudah lembek tak karuan karena tak sempat kumakan dirumah.  Tapi tak apa. Hatiku penuh syukur. Bukan hanya karena VN dari keponakanku, tapi juga karena ada banyak hadiah tak terduga datang menjelang 38 tahunku 😄 Dan sungguh kusambut dengan perasaan terpasrah yang pernah kupunya. Sungguh, meskipun remuk redam awalnya, tetapi ~ fabbiayyialla irobbikumaa tukadziban ~ terasa terngiang terus di telinga. Karena justru di titik terapuh ini, ada ketenangan luar biasa yang rasanya belum pernah kurasakan.  Masalah yang datang terasa tanpa ujung penyelesaian, bertubi-tubi dan hampir membuat tumbang. Tetapi justru pertolongan datang saat pasrah terucap. Saat merasa sangat lemah, dimana sebelum-sebelumnya itu hanya retorika belaka, kini terasa sangat di hati. Benar-benar tidak mampu dan tidak tahu apa yang harus dilakukan selain pasrah.. PadaMu.  PadaMu yang entah kenapa ...

Jarak

Image
Diam-diam aku membuka lipatan surat warna ungu yang mulai melusuh. Lipatannya makin nyata di tiap ujung, karena terlalu seringnya kubuka. terutama di tiap malam sepi. Seperti saat ini. Remember when I cried to you a thousand times I told you everything You know my feelings It never crossed my mind That there would be a time For us to say goodbye What a big surprise Barisan kata dalam suratmu itu selalu membuatku berpikir, aku adalah orang terjahat dalam hidupmu. Lalu aku menghela nafas panjang, membuangnya tergesa. Sungguh menyiksa. Bukan salahmu, tentu saja. Mungkin memang aku yang terlalu sadis. Nyata-nyata meninggalkanmu disaat kita punya harapan bersama yang kita percaya itu nyata. But I’m not lost I’m not gone I haven’t forgot   Aku tahu. Aku pun begitu. Mana mungkin bisa kulupa senyum yang tiap saat selalu terbayang. Berulang-ulang semacam mantra jahat yang selalu saja mengganggu waktu tidurku. Aku terjaga, memikirkanmu hampir selalu. These feelings I can’t sha...

Sebuah Tawaran Untuk Nay

Image
Pulau yang ingin kuceritakan padamu itu, adalah sebuah hamparan sawah dengan padi yang mulai menguning. Lengkap dengan gerombolan manuk emprit yang hilir mudik mencuri padi yang mulai bernas. Juga dengan galengan yang biasa digunakan para bocah mencari belut selepas hujan.  Kerap kubayangkan. Aku dan kamu menikmati senja di sana, di antara matahari yang perlahan merubuhkan badan. Duduk berdampingan, lalu bercerita tentang masa depan, tentang aku dan kamu kemudian.  Atau menikmati sejuknya tepian sungai yang berair jernih, dengan batu-batu hitam serupa sungai kecil kenanganmu yang pernah kamu ceritakan, tempat kamu dan simbok mencuci pakaian. Sungai tempat kamu dan dia, Noy, memandikan kerbau di hilir. Sungai berhargamu yang kini sudah surut bahkan menciut dikepung rumah dan bangunan.  Semua kenangan masa kecilmu adalah hal yang hendak kutawarkan padamu. Saat nanti perjalanan waktu membawa langkah kakimu kemari, ke dusun kecil di bawah kaki merapi. Karena aku tahu. Di temp...

Baik-baik Saja

Image
Aku hanya perlu membiasakan diri kembali untuk jatuh cinta pada sepi, pada hujan, pada secangkir kopi, pada rangkaian aksara yang tersusun satu demi satu dalam bingkai jendela biru muda di layar laptop. Meski nyatanya tak ada yang bisa kutulis sejauh apapun mencoba. Satu satu terangkai kemudian kuhapus. Serupa perbuatan kosong yang menandakan otakku memang sedang tak karuan. Kucoba mengumpulkan fokus pada kopi yang tinggal separuh cangkir. Kopi tubruk tanpa gula. Pada akhirnya hanya diam mematung setelah itu. Berkelebatan memori datang dan pergi, serupa klise foto yang terpotong disana sini.  Sungguh aneh. Sebelumnya aku sangat nyaman menulis dalam kondisi tenang, bahkan aku butuh ruang untuk menyendiri. Hari ini kudapati semuanya. Tapi entah kemana fokusku hilang... " Aku baik-baik saja "  bisikku dalam hati. Aku hanya perlu kembali terbiasa, sendiri. Setelah hari ini, aku bisa merasa bebas. Pergi kemanapun, kapanpun aku mau. Melakukan apa saja yang aku mau tanpa perlu ribet...

Yang lalu

Image
Tentang waktu Dan ingatan yang makin menipis  Lalu terkikis habis Tentang apa yang mudah sekali terlupa Entah janji entah kata  Ingatan kita yang renta Tentang jatah pikiran yang menyempit  Dulu seluas langit  Kini hanya sebatas ujung parit Diingat, dikenang Dilupakan, dibuang. Sayang... ingatan kita memang tak sempurna  Tetapi hari ini ijinkan sekali saja aku untuk bicara Dengarkan dengan mengingat kenangan kita saat tertawa "Meskipun kelak jelas aku lupa. Pada janji pada kata. Tetapi aku pernah merasa bahagia. Hari ini, kemarin dan lusa, Kukenang dengan cinta dan peluk cium sederhana.  Semoga termaafkan. Ingatan yang habis dimakan renta. Kita yang menua tanpa perlu meminta. Tanpa perlu setuju pada waktu. Aku pernah dan akan bahagia selalu. Sekarang mari, memintal waktu. Dengan benang kesabaran serta saling mendoakan.  Kulepas semua kini dengan lega  Merayap, merangkak, berenang, berperahu, melaju, atau mengudaralah sejauh mungkin. Demi pertemuan...

Maiyah Itu Apa?

Sebagai orang yang hanya ' arang kading ' hadir di majelisnya, sebatas kalau tempatnya kebetulan dekat, dan seringnya hanya modal wifi untuk bisa sinau 'online' bareng temen-temen yang lain, terlebih belakangan ini, tentu saya sangat tidak pantas dan tidak punya kapasitas untuk menjawab pertanyaan diatas. Tetapi saya tergerak untuk menulis tentang maiyah, tentu dari sudut pandang saya sendiri. Karena sedikit banyak, #maiyah membantu saya selama kurang lebih 10 tahun, terutama 2 tahun belakangan. Membantu ' ndandani ' cara berpikir, kalau orang modern bilang ' mindset '. Diobrak-abrik, dirombak total. Dan dari perombakan itu hadir banyak sudut pandang baru, yang membuat saya bisa merasa 'woohh, hidup itu luas dan penuh sekali dengan kemungkinan-kemungkinan. Kadang-kadang lucu, seringkali lucu sekali yo tibae😁' Dari maiyah, yang dulunya saya hanya ingin sekedar kumpul, sekedar ngisi waktu karena jomblo, dan berharap siapa tahu ketemu jodohnya...

Make You Feel My Love

Image
Aku tak pernah memaksa orang untuk tinggal Ataupun membuatnya pergi Karena aku adalah rumah, Dengan pintu dan jendela yang terbuka lebar. Kedatangan, atau kepergian Tak mungkin membuat dindingku rapuh Tak juga membuat atapku luruh Karena aku adalah rumah, Dengan pintu dan jendela yang terbuka lebar Tempat singgah bagi hati yang rindu pulang Aku tak pernah memaksa orang untuk tinggal Ataupun membuatnya pergi Karena setelah perjalanan panjang dan berliku Hanya rumah yang bisa kau tuju Hanya aku. Hanya aku rumahmu. 2019, Apr #kanaya #videolyrics #adelecover #felixcover #makeyoufeelmylove #favouritesong #musikpuisi #poem #song

Entah

Image
Akhirnya kita tiba pada pertanyaan, Masih bisa dilanjutkan? Kamu bertanya tentang rasaku, atau tentang Waktu? Rasaku semakin bertumpuk hingga entah harus kuletakkan dimana lagi. Kadang berat menghimpit. Memenuhi setiap celah yang ada hingga tak lagi ada ruang tersisa. Lain halnya dengan Waktu. Belakangan kita diajak bercanda kelewat serius. Hingga terjengkang kita tertawa. Tanpa sadar keluar air mata. Terus saja menghimpit seakan memaksa kita untuk sadar dan kembali pada fakta. Bahwa masing-masing kita masih punya perjalanan yang belum usai. Belum sampai bahkan mungkin baru dimulai. Mungkin karena kita memulainya terlalu awal. Terlalu cepat sebelum kita mampu menyadari rasa apa yang sebenarnya kita jalani kemarin. Bisa apa kita selain menjalani? Selain merapuh pada Waktu. Bukan meratap. Tapi berkompromi. Karena kita makhluk Tuhan. Setidaknya kita tahu, Waktu masih sudi membentuk kita. Entah merupa apa.

ibu?

Image
Salah satu hakikat menjadi orangtua, terutama ibu, adalah mampu memahami, setidaknya satu titik kecil, pada cara Tuhan menyayangi hambaNya. Kerap kita dihadapkan pada bocah ngambek yang jadi terlalu susah diatur, rewel hingga merembet pada teriakan dan bahkan pukulan jika tak mampu kita pahami bahwa itu adalah salah satu cara bocah menarik perhatian kita. Ada yang kurang dalam cara kita memperlakukan mereka. Dan cobalah, untuk memanggil namanya, dengan sorot mata tegas namun penuh kasih. Panggil berulang dengan intonasi yang tepat. Jika tak juga mendekat, maka bukankah kita yang mengulurkan tangan? Anak yang mampu merasakan kasih akan menyambut uluran tangan, mendekat dengan cepat hingga mendekap kita erat. Dan itulah kasih sayang. Itu juga yang terjadi pada kita saat merasa lelah lalu memilih berpasrah dan berharap hanya padaNya. Seharusnya memang tak menunggu untuk ditegur :) Tetapi itulah Rohman Rohiim. Sifat paling agung dari Gusti Allah. Itu juga salah satu cara Tuhan bekerj...

I am tough, I am loved :)

Image
When I look into your eyes It's like watching the night skies Or a beautiful sunrise There's so much they hold And just like them old stars I see that you've come so far To be right where you are How old is your soul? I won't give up on us, even if the skies get rough I'm giving you all my love, I'm still looking up And when you're needing your space, to do some navigating I'll be here patiently waiting, to see what you find 'Cause even the stars they burn Some even fall to the earth We've got a lot to learn God knows we're worth it No, I won't give up I don't wanna be someone who walks away so easily I'm here to stay and make the difference that I can make Our differences they do a lot to teach us how to use The tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake And in the end, you're still my friend at least we did intend For us to work we didn't break, we didn't burn We had to learn how to bend without...

perihal mbelgedhes

Image
Jangan tanyakan cinta padaku. Aku ini juga orang yang justru sedang dibuat bingung dengan cinta yang berganti-ganti rupa. Padahal aku dulu hanya percaya pada cinta yang ada. Datang dan tak pernah pergi. Sudah. Begitu saja. Lama kelamaan aku dipaksa pada kondisi bahwa cinta itu bisa sangat tidak tulus. Tidak ikhlas. Ikhlas darimana jika dari mencintai itu kita kemudian dipaksa untuk setia, jujur, bermental baja, tanggung jawab, penuh kasih, penuh puja, sapa mesra, berhenti mencaci, tidak cemburu buta, selalu ada, tak berpaling, dan bla bla bla seperti syair lagu unyu - unyu yang hits di tangga chart musik dunia. Mungkin itu cinta yang ada didunia. Mungkin aku terlalu 10 langkah keatas. Karena belakangan pekerjaanku memang mendongak memandang bintang. Dan aku mendadak hilang selera pada cinta yang kujelentrehkan sebelumnya tadi. Cinta unyu.  Terlalu unyu kadang juga bisa menjerumuskan. Cinta berubah keruh ketika menggenang terlalu lama. Berputar pada masalah dan kondisi yan...

fiuuhhh

Image
Ini adalah perasaan dipahami dan dimengerti yang terlalu sayang jika tak dibagi. Perasaan lega setelah tercurah segala rasa. Pada orang-orang yang kucinta terlebih pada diri sendiri yang sekian lama bungkam. Kini akhirnya aku dipahami. Seutuhnya sebagai manusia dan bukannya malaikat. Yang dikira mampu terus menahan beban tahunan mengatur jalan hidup seseorang. Seseorang yang pernah dicinta. Aku mengucap syukur. Untuk segenap pengertian dari para orangtua hebat. Yang dengan caranya masing-masing mampu memahami dan memberi jalan bagi kami untuk saling 'mengikhlaskan' dengan cara yang baik. Kurasa ini memang jalan paling tepat. Agar benci tak lagi menyiksa pada cinta yang terlalu dipaksa. Aku lebih mampu menghargaimu sebagai Bapak. Dan kupilih itu dengan kesadaran tingkat tinggi. Agar mengalir lagi rasa Kasih yang seharusnya menjadi naluri hamba yang telah menjadi orangtua. Mereka, malaikat dengan wajah lucu itu, terlalu imut untuk dicela. Jangan. Kita jalani peran baru ini....

menangkap memori

Image
Kamu tahu apa yang paling menyenangkan dari perpisahan? Ketika kita kembali pada ruang yang telah lama kita tinggalkan. Lalu menemukan hal-hal remeh didalamnya. Yang pernah membuat kita begitu lepas tertawa. Begitu merasa dicinta. Pada kasur yang baunya luar biasa oleh ompol kanak-kanak. Pada bantal penguk milikmu yang malah enggan untuk kujemur. Aku takut kehilangan baumu. Aroma yang pernah memenjarakan aku sekian lama. Aku bergeser pada meja makan. Yang dulu begitu kunikmati berada disana bersama semua cinta. Segelas kopi, hitam dan putih. Dua gelas susu kedelai milik malaikat terkasih. Setumpuk donat bersaput gula. Semua bayangan itu kembali. Seperti masih terjadi hari ini. Aku menikmati masa ini. Ketika aku merasa lagi untuk dimengerti. Dipahami lagi dengan bahasa isyarat. Meski itu terjadi lewat tangis. Tangismu. Juga pada kebiasaan malaikat yang ingin tidur dalam pelukmu. Ohh, Sayang. Betapa aku akan mengingat hari-hari itu. Sebagai bagian paling luarbiasa yang Tuhan ...

Go Round!!!

Image
Kita percaya, bahwa apa saja yang terjadi hari ini, perjuangan yang kita lakukan untuk hari ini, akan menjadi penguat langkah esok hari. Hari-hari akan makin berat, yang jika tak mampu kita antisipasi perubahannya, kita akan gampang nggumun . Mudah masuk angin oleh perubahan cuaca. Apakah cuaca yg harus diubah sesuai ingin kita? Ataukah daya tahan tubuh sendiri dalam menghadapi peristiwa yang sering kita kira musibah? Orang alim menyebut proses itu muhasabah. Mungkin bisa diartikan bercermin. Menatap lebih detail pada diri sendiri dibanding mengutuk hal-hal yg terjadi diluar kuasa kita. Mobil tak akan pernah berhenti lalu lalang dijalanan. Tapi kita bisa tetap menyebrang aman tanpa cidera tertabrak atau karena jatuh tergesa. Dengan iman dan ilmu kita tahu cara yg baik melintasi jalan. Tanpa melukai diri sendiri ataupun orang lain. Mari belajar dan berproses selalu.. #justreminder #notetomyself

Mimpi

Image
Setelah pamitmu yang terburu Aku tertidur dalam penat yang sangat Hingga datang sebuah kisah dalam lelap Entah mimpi entah nyata Disana aku bersamamu Berteman karib serupa awan dan hujan Lalu entah mengapa kamu juga ucapkan perpisahan Tuhan, bahkan dalam bunga tidur akupun harus menangisi langkahmu yang menjauh Fokus berganti pada cerita Aku ada dalam sebuah mobil yang berjalan pelan menuju sebuah rumah Aku melihatmu dari jendela Mengikutiku dengan motor tanpa mantel Sedang hari hujan begitu cengeng Aku memasuki sebuah rumah terlalu lelah untuk melakukan apa saja hingga hanya meringkuk dan terlelap yang aku bisa meringkuk persis kucing kecil yang kedinginan Lalu aku bermimpi Aku memelukmu tetap dalam posisi meringkuk serupa kamu memeluk beruang kecil yang kamu sebut Nay Tetiba kamu menghadapku Sebuah kecupan lembut tepat di bibirku darimu membuatku terbangun dari lelap yang sangat Dalam mata yang remang aku melihatmu tersenyum lucu Berkata kamu rindu dan tak ...

Kun..

Image
Sssttt... aku ceritakan padamu, satu kesalahan dalam hidupmu Setidaknya dari sudut pandangku, yang minus tiga Mari kita ambil contoh bijak, Dari seorang ulama yang mengurung diri di dalam kamar Melakukan puja dan sembahyang Doa dan dzikir tanpa jemu sepanjang waktu Berharap Kasih menghampiri Merindu surga katanya Tetapi dia lupa Keluarganya pontang panting menjalani hidup Jangankan surga Sesuap nasi untuk esok saja sudah bikin tidur malam begitu menyenangkan Seperti mimpi besar bertemu Tuhan Sang ulama lupa Bahwa surga ada di tiap celoteh riang anak-anak Yang tak pernah merasakan lapar apalagi menderita Dia lupa Bahwa cinta Tuhan ada dalam tiap senyum bahagia pasangan Yang tulus berdoa untuk setiap jerih payah yang dilakukan untuk keluarga Itu surga sebenar-benarnya surga Cinta sebenar-benarnya cinta jika contoh itu terlalu naif, mari ambil lagi satu kasus Tentang seniman yang mengurung diri di bilik studio termenung mencari inspirasi karyanya atau sibuk se...

Masa Depan?

Image
Manusia akan tersesat ketika dia tidak tahu kemana arah yang ingin ditujunya. Itu katamu padaku dulu. Dan aku kini memang tersesat. Tepat disaat aku ingin kembali pada sebuah waktu yang kita sebut masa lalu. Aku berharap menemukanmu disana, menungguku. Di sebuah kursi bercat putih. Dengan tangan sibuk membalik halaman demi halaman Rectoverso. Secangkir cappuccino di meja sebelahmu. Kacamata yang agak melorot dari hidungmu yang memang tak mancung. Sedikit kernyitan di dahi menandakan ada kata-kata di buku itu yang menggugah hatimu. Dan aku akan dengan riang duduk di kursi di sisimu yang lain. Bertanya mengapa lama sekali kamu membaca buku yang kubeli khusus untukmu itu. Tepat saat kamu bercerita sangat suka dengan karya Dee Lestari. Lalu kamu akan menoleh sebentar, tersenyum, kemudian menutup buku dan beralih memandangku. Lalu, seperti yang sudah-sudah, kamu dan aku akan berbagi secangkir cappuccino itu. Aku mulai mengeluh tentang penatnya hari. Dan kamu akan beralih men...

5 bulan

Image
Saya mulai sependapat dengan Dee Lestari yang mengatakan bahwa saat kita mengandung janin, sebenarnya kitalah yang sedang dikandung dalam rahim yang sangat besar. Rahim yang mengajarkan kita berbagai hal untuk mempersiapkan diri menjadi ibu dan pribadi yang lebih baik. 5 bulan sudah saya merasakan banyak perubahan. Tak hanya fisik, tetapi juga perilaku dan pemikiran. Dan semoga saja, setelah melahirkan pun, saya tetap diberikan keindahan dan kedamaian hati seperti yang saya rasakan sekarang. Suami, jelas berperan penting dalam banyak hal selama kehamilan. Dia yang mengajarkan banyak perbuatan sabar selain rutin memijat saya tiap malam, mengelus perut dan membantu pekerjaan rumah. Calon anak saya, mengajarkan saya untuk tidak lagi mengedepankan emosi dalam menyikapi berbagai hal. Saya tidak ingin mengajarinya kejelekan di usia yang masih sangat dini. Perlahan, saya mulai bisa mengerem emosi, bersikap lebih sabar dan mengedepankan kepentingan bayi dulu daripada saya. Dia yang mengu...