Nduk (2)...

Kalau ada hal obsesif yang ibu lakukan pada kalian, itu seputar ibu menyuruh kalian untuk memahami banyak hal diluar lingkup kalian. Belajar bahasa, budaya, makanan, orang-orang dilingkaran terjauh kalian. Belajarlah dari sana. Sejauh mungkin dari tempat lahirmu.

Karena belakangan ibu melihat, terlalu banyak orang punya pikiran yang sempit. Memandang segala sesuatu hanya dari perspektif mereka sendiri. Termasuk ibu bapak, mungkin. That's why kami belajar, dan berusaha menularkan itu pada kalian tentang ini :
" Ketika kita mau dan mampu belajar banyak hal diluar kita, banyak hal yang bisa kalian dapat. Termasuk berpikir dan berpandangan luas."


Karena hidup tak hanya seputar bapak ibumu, keluarga besarmu, teman-teman sekolahmu, antara tawang-dinoyo, kota malang, pulau jawa, indonesia. Hidup jauh lebih dari itu, Nak. Hiduplah lebih luas. Menjangkau banyak kota, pelajari bahasanya, terbiasalah dengan makanannya yang beragam, pelajari budayanya.
Bukankah menarik menemukan bahwa ternyata ada anak-anak sebayamu yang berbicara bahasa jepang misalnya, makan ramen dan bukan indomie sepertimu, anak yang punya kulit berbeda denganmu, warna mata biru, punya rambut selain warna hitam, makan dengan sumpit alih-alih sendok sepertimu. Dan banyak lagi.
Ibu terlalu khawatir, kelak ketika dewasa kalian hanya sibuk membahas urusan temanmu, sibuk kepo dengan barang yang dibeli tetanggamu, sibuk bicara kelebihan dan kekurangan pasanganmu, sibuk pamer apa yang kalian berhasil miliki. Sedih sekali rasanya, Nak.


Karena sekali lagi, hidup lebih luas dari itu. Banyak film yang menarik untuk dibahas sudut pandangnya. Dari penceritaan hingga proses produksinya. Banyak desain, buku, lagu, foto yang menarik untuk diulas. Darimana inspirasinya, apa maknanya bagi orang lain. Banyak tulisan yang bisa kalian hasilkan untuk dibaca banyak orang. Tentang pengalaman kalian travelling mempelajari budaya-budaya se-Indonesia bahkan mancanegara, tentang pentingnya mengetahui bahasa-bahasa asing.
Karena menguasai bahasa bukan penanda kita pandai. Tetapi sebagai dasar kita mampu mengumpulkan banyak referensi, banyak pemikiran, banyak sumber tanpa terkendala bahasa.


Obsesi ibukmu ini mungkin hal bodoh bagi orang lain. Gimana bicara soal sekolah, jalan-jalan atau sekolah ke luar kota, luar negeri sementara hari ini masih kepontal-pontal urusan makan sehari-hari?😊


Tapi ibuk memang naif seperti yang kalian tahu kan...


Ibuk hanya punya pikiran optimis memandang kalian di masa depan. Bahwa hidup kalian akan jauh lebih bermanfaat, lebih mandiri dan kalian tangguh menjalaninya. Karena kalian serupa kelinci energizer hari ini. Yang tanpa henti bergerak dan penasaran tentang banyak hal. Yang maunya semua dilakukan sendiri meski tangan dan kakimu masih mungil sekali.
Pertahankan semangatmu. Agar menular pada bapak dan ibuk, hingga bisa membantumu hari ini dan di masa depanmu, dengan restu Gusti Allah 🤗


Selamat Hari Anak Nasional 2026, ditengah sibuk-sibuknya kalian adaptasi dengan lingkungan sekolah baru. Sekolah setinggi-tingginya, berdoa sekhusyuk-khusyuknya, belajar sedalam-dalamnya, lalu tawakkallah. Semoga kehidupan kalian berdua jauh lebih baik dari Bapak Ibuk, penuh dengan ridho dan kasih sayang Gusti Allah.


Robbi habli minnassolihin ☺️

*tulisan yang dimulai KidKin TK A, diposting KidKin SMP kelas 7 😌 (2019-2026)



Comments

Popular posts from this blog

wisata kuliner OYONID

39

jadwal neam AREMA ISL putaran 2